Langsung ke konten utama

The Positive Impact of Pandemic COVID-19: Pensiunan Ditarik Bekerja Kembali

Tidak sedikit saya membaca postingan serta melihat situasi yang kurang baik akibat dampak yang terjadi dari wabah dunia ini.
Tentu saja ditempat saya bekerja juga terjadi hal itu.
Namun, sesuai headline postingan ini, saya ingin bercerita mengenai dampak positif dari Pandemi COVID-19.
Ada seorang karyawan yang sudah berumur dan tentunya sudah berstatus karyawan tetap, sebut saja beliau Melati.
Melati bekerja sebagai operator packing di divisi Warehouse selama puluhan tahun.
Sekitar tahun 2018, ia memilih untuk pensiun dini saat hal itu diajukan oleh perusahaan.
Beliau harus melepas status karyawannya yang ia jalani berpuluh-puluh tahun dengan ganjaran pesangon dengan jumlah yang tidak sedikit.
Beliau pun akhirnya berwirausaha dengan membuka warung sembako dan masih tetap berhubungan dengan kami yang kini menjadi customer terhadap sayur-sayur segar yang beliau miliki.
Setiap pagi beliau mengantarkan pesenan kami lalu kami simpan di kulkas pantry untuk kemudian di sore hari kami bawa pulang ke rumah.

Di awal tahun 2020, ketika mulai terjadi pergoncangan akibat pandemi, banyak karyawan khususnya bagian operator yang dihabiskan kontrak (biasanya diperpanjang kontrak hingga kontrak maksimal sesuai aturan Disnaker). Tidak hanya operator produksi, namun juga operator di beberapa divisi lainnya. Hal ini dikarenakan menurun drastisnya orderan dari Customer sehingga memaksa manufaktur untuk meminimalisir expense perusahaan.

Tidak hanya bagi manufaktur, kegoncangan finansial juga pasti berdampak pula pada bisnis Bu Melati. Beliau akhirnya bekerja di salah satu subcontractor kami. Sempat kami bertemu beliau ketika karyawan subcont bekerja di manufaktur kami.

Beberapa bulan berlalu, orderan sedikit demi sedikit naik namun perusahaan masih ragu untuk mencari karyawan operator baru, sehingga saat itu lebih meminta bantuan dari Subcont. 
Singkat cerita, Bu Melati ini diminta perushaan untuk kembali bekerja di manufaktur.

Bayangkan, sudah mendapat pesangon ratusan juta, namun masih ditarik kembali bekerja. What a miracle!

Dan hingga detik ini, beliau masih menjadi karyawan di tempat dimana saya bekerja.

Hal yang ingin saya sampaikan ialah bekerja dengan baik dimanapun kita berada sebab kita tidak tahu apakah tempat ini yang akan menjadi finance savior kita dikemudian hari.
Dan, pandemi mungkin banyak merugikan beberapa orang, namun ada juga beberapa orang yang diuntungkan karena hal itu.
Jadi, tidak ada alasan untuk menyerah di situasi seperti ini.
Tetap berjuang!!
Tetap semangat!!










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gaji Besar atau Kenyamanan?

Pasti jawabannya adalah kedua-duanya. Yaa bersyukur jika mendapatkan keduanya. Namun fakta di lapangan, pertanyaannya selalu diantara kedua hal tersebut? Atau lebih spesifiknya ialah: " lebih baik gaji gak terlalu besar tapi nyaman, atau gaji besar tapi penuh tekanan? ". Ini permasalahan yang sangat lumrah dan masing-masing dari kita pasti memiliki jawaban dan pilihan beragam berdasarkan keinginan mereka, lebih tepatnya sih berdasarkan kebutuhan ya. Sebab kalo kita inginkan sih pasti yang nyaman dengan bergaji besar. Maruk banget ya 😆 Dalam pandangan saya, bergaji besar tidak melulu memberikan kebahagiaan. Kenapa? Some say kebahagiaan tidak bisa dibayar dengan uang. Is it true? Ya!! Bukannya munafik tapi memang iya lho. Yang jawab ga true, coba mau tau dong alesannya 😊 Guys, rezeki itu ga selalu dalam bentuk uang. Memiliki teman-teman yang baik, yang bisa diajak bekerjasama, tidak saling menjatuhkan, dan yang pasti yang saling membantu jika kita kesulitan. Dan yang ...

Bosan dengan Menu McD. Solusinya...

Siapa yang bosen dan bimbang tiap transit ke McD? Menu beratnya cuma AYAM sama BURGER, ditambah nasi ya. Yaaa kalo cuma ayam doang sih mending beli Sabana aja ya ga. Dua belas ribu udah dapet ayam plus nasi. Kenyang dah.  Kalo KFC bisa enjoy dengan spagheti dan cream soup ataupun soup originalnya yang nyegerin. Di richeese, meski menu ga jauh beda dengan McD tapi saus kejunya bener-bener manjain lidah.  Nah terus, ngapain ke McD? Gini, foodcourt instant (junk) food deket rumah gw yang ada mini playgroundnya cuma McD. Masa kesana cuma numpang maen perosotan doang tanpa beli apa-apa. Gengsi gila. But tonite ada yang baru. Menu Bulgogi Beef Rice. Isinya yaitu daging sapi disiram saus bulgogi ditumpuk diatas nasi dan ditemenin sama dua slices timun dan satu slice tomat. Isinya setengah dari cup nya. Jadi menurut gw, itu setengah porsinya gw. Kalo lu mau kenyang, beli dua porsi ya hehe. Is it worth to eat? Well, dibanding ama menu McD yang itu-itu aja, box meal ini lu...