Langsung ke konten utama

Hari Pertama Bekerja Setelah Libur Lebaran 2018

Rabu, 20 Juni 2018.
Merupakan hari pertama bekerja setelah hampir seminggu berlibur dalam rangka lebaran (?)
Mungkin saya agak kurang beruntumg karena bekerja di perusahaan dengan kebijakan libur lebaran yang singkat, yaitu dari tg 13-20 Jun 2018. Sedangkan ada yang libur hingga 25 Jun, bahkan hingga akhir bulan. Namun ada juga lho yang liburnya hanya di tgl lebaran saja, yaitu tgl 15-16 Jun 2018.

Dan sebelum saya mulai kembali bekerja di hari ini, saya merasakan kekhawatiran yang begitu sangat. Apa itu? Yaitu.. bisa ga ya saya bangun pagi. Karena kebiasaan abis sahur terus tidur lagi dan bablas ampe siang dan berlanjut kebiasaaan tsb hingga libur lebaran. Ada rasa berat di hati juga, kenapa saya harus masuk kerja sekarang padahal saya bisa menghabiskan waktu lagi dg keluarga di rumah. Kasih saja alasan sakit kek, macet kek, atau apapun itu.
Namun, saya teringat. Kita bekerja sbg pegawai tentu memiliki tanggung jawab kan. Embanlah tanggung jawab tsb sebisa mungkin karena untuk itulah kita diberi upah. Jika rasa tanggung jawabmu sudah memudar dan kendur, coba lihat lagi ada apa dibalik diri ini. Tidak ikhlaskah berada ditempat kerja tsb? Jika iya, mari buka job portal atau hubungi agen headhuntermu untuk membukakan pintu rezeki di tempat lain.

Sesampainya saya ditempat kerja, bersalam-salaman dengan rekan kerja. Memohon maaf atas segala kesalahan yg selama ini saya perbuat pada mereka. Dan saya buat hati dan diri ini ikhlas. Ikhlas untuk apa? Ikhlas untuk bekerja. Supaya tidak ada perasaan berat dalam menjalani pekerjaan, supaya tidak berkurang rasa tanggung jawab thd kewajiban saya, supaya tdk merasa terpaksa dalam melaksanakan tugas. Dan juga supaya saya semangat bekerja meskipun ada satu, dua, bahkan banyak hal yang membuat saya berat untuk datang kembali ke tempat kerja.
Ayoo rekan-rekan, cobalah ikhlas. Kenapa harus ikhlas? Lho, memang ada yang memaksa kalian bekerja di perusahaan tsb sehingga kalian merasa berat dan terpaksa disitu? Iya, ada yg memaksa, yaitu keadaan.

Nooooo, kitalah yg menentukan keadaan tsb. Apa yg sudah kita putuskan, harus kita jalani konsekuensinya. Jika masih kurang ikhlas, yuk bareng-bareng cari pekerjaan baru lagi hehe.

================

Ditempat saya bekerja ada ketentuan warna kerudung di tiap harinya dan warna untuk hari rabu adalah warna hijau. Sempet semalamnya saya menyiapkan kerudung bmdg warna utk senin hehe.
Betewe hayo tebak, saya yg mana?

Salam ikhlas!!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Positive Impact of Pandemic COVID-19: Pensiunan Ditarik Bekerja Kembali

Tidak sedikit saya membaca postingan serta melihat situasi yang kurang baik akibat dampak yang terjadi dari wabah dunia ini. Tentu saja ditempat saya bekerja juga terjadi hal itu. Namun, sesuai headline postingan ini, saya ingin bercerita mengenai dampak positif dari Pandemi COVID-19. Ada seorang karyawan yang sudah berumur dan tentunya sudah berstatus karyawan tetap, sebut saja beliau Melati. Melati bekerja sebagai operator packing di divisi Warehouse selama puluhan tahun. Sekitar tahun 2018, ia memilih untuk pensiun dini saat hal itu diajukan oleh perusahaan. Beliau harus melepas status karyawannya yang ia jalani berpuluh-puluh tahun dengan ganjaran pesangon dengan jumlah yang tidak sedikit. Beliau pun akhirnya berwirausaha dengan membuka warung sembako dan masih tetap berhubungan dengan kami yang kini menjadi customer terhadap sayur-sayur segar yang beliau miliki. Setiap pagi beliau mengantarkan pesenan kami lalu kami simpan di kulkas pantry untuk kemudian di sore hari kami bawa pul...

Gaji Besar atau Kenyamanan?

Pasti jawabannya adalah kedua-duanya. Yaa bersyukur jika mendapatkan keduanya. Namun fakta di lapangan, pertanyaannya selalu diantara kedua hal tersebut? Atau lebih spesifiknya ialah: " lebih baik gaji gak terlalu besar tapi nyaman, atau gaji besar tapi penuh tekanan? ". Ini permasalahan yang sangat lumrah dan masing-masing dari kita pasti memiliki jawaban dan pilihan beragam berdasarkan keinginan mereka, lebih tepatnya sih berdasarkan kebutuhan ya. Sebab kalo kita inginkan sih pasti yang nyaman dengan bergaji besar. Maruk banget ya 😆 Dalam pandangan saya, bergaji besar tidak melulu memberikan kebahagiaan. Kenapa? Some say kebahagiaan tidak bisa dibayar dengan uang. Is it true? Ya!! Bukannya munafik tapi memang iya lho. Yang jawab ga true, coba mau tau dong alesannya 😊 Guys, rezeki itu ga selalu dalam bentuk uang. Memiliki teman-teman yang baik, yang bisa diajak bekerjasama, tidak saling menjatuhkan, dan yang pasti yang saling membantu jika kita kesulitan. Dan yang ...

Bosan dengan Menu McD. Solusinya...

Siapa yang bosen dan bimbang tiap transit ke McD? Menu beratnya cuma AYAM sama BURGER, ditambah nasi ya. Yaaa kalo cuma ayam doang sih mending beli Sabana aja ya ga. Dua belas ribu udah dapet ayam plus nasi. Kenyang dah.  Kalo KFC bisa enjoy dengan spagheti dan cream soup ataupun soup originalnya yang nyegerin. Di richeese, meski menu ga jauh beda dengan McD tapi saus kejunya bener-bener manjain lidah.  Nah terus, ngapain ke McD? Gini, foodcourt instant (junk) food deket rumah gw yang ada mini playgroundnya cuma McD. Masa kesana cuma numpang maen perosotan doang tanpa beli apa-apa. Gengsi gila. But tonite ada yang baru. Menu Bulgogi Beef Rice. Isinya yaitu daging sapi disiram saus bulgogi ditumpuk diatas nasi dan ditemenin sama dua slices timun dan satu slice tomat. Isinya setengah dari cup nya. Jadi menurut gw, itu setengah porsinya gw. Kalo lu mau kenyang, beli dua porsi ya hehe. Is it worth to eat? Well, dibanding ama menu McD yang itu-itu aja, box meal ini lu...