Langsung ke konten utama

PENTINGNYA PAKLARING

Pasti sudah tak asing dengan nama paklaring, atau biasa juga disebut surat referensi atau  dari perusahaan ketika menjejakkan kaki terakhir kali di perusahaan tersebut sebagai pengalam kerja. Mengapa paklaring ini begitu penting? Sebab dari paklaring ini lah salah satu bukti bahwa kita merupakan "mantan" karyawan yang memiliki attitude baik.

Lho, attitude juga perlu bukti? Bukti tertulis pula. Kan bisa kita buktikan ketika kita nanti bekerja di perusahaan yang akan datang ditempat yang sebelumnya telah menginterview kita sambil ditilik dan ditelaah oleh recruiter, selain dari skill, tentu juga dari attitude.

But, is it enough?

Mari kita diskusikan lebih lanjut. Paklaring didapatkan jika kita tentunya telah bekerja dengan berkelakuan baik, yang inshAllah memberikan hasil yang baik pula. Namun, memang ada suatu momen dimana paklaring tidak bisa diberikan kepada karyawan yang bersangkutan. Alasan tersebut ialah sebagai berikut:

Pertama, jika karyawan tersebut mengajukan pengunduran diri atau resign sebelum masa kontrak kerja berakhir. Hal ini bisa dimaklumi, karena mungkin karyawan tersebut telah mendapatkan pintu rezeki yang menurutnya lebih baik daripada yang ia jalani sekarang. Tidak boleh ada paksaan, tidak boleh penahanan dari pihak pemberi kerja kepada karyawan. Karena sesuatu yang dipaksakan itu akan berbuah tidak baik. Pasti mengerti kan bagaimana rasanya melakukan pekerjaan namun dengan tidak ikhlas atau terpaksa, hasilnya pun menjadi tidak memuaskan.

Kedua, alasan tidak didapatkannya paklaring ialah, keluar dari perusahaan dengan tidak baik-baik. Kasus ini tidak sedikit dijumpai ditempat bekerja, dengan alasan yang begitu variatif. Dari rasa takut untuk izin namun tak diizinkan, hingga rasa tak nyaman, merasa tak dihargai dan menjadikan karyawan tersebut tidak betah dan tak mau menghargai dengan cara meminta izin terlebih dahulu.
Pada alasan yang kedua ini, sudah terlihat bahwa itu bukan merupakan tindakan terpuji. Namun bukan berarti kesalahan itu adalah penuh kesalahan karyawan tersebut. Pasti ada alasannya karyawan tersebut merasa SANGAT tidak nyaman dengan keadaan pekerjaannya yang memaksa ia untuk resign dengan tidak baik-baik. Namun memang, mau apapun alasannya, seharusnya tindakan itu jangan dilakukan. Karena kita masuk kerja baik-baik, maka keluar pun harus dengan cara yang baik pula.

Namun rasanya, kini paklaring tidak begitu berarti dimata recruiter. Pasalnya, ketika sedang membutuhkan kandidat, mereka sudah puas walau hanya dengan CV yang dikirimkan, tanpa melampirkan paklaring. Hal ini tentu saja membuka peluang besar bagi kandidat untuk merekayasa penglaman kerja yang sebenarnya tidak ia alami, namun ditambahkan ke dalam CV nya hanya untuk membuat recruiter terkesan terhadap pengalaman kerjanya. Walaupun tentu saja pada saat interview sang kandidat diwajibkan membawa seperangkat lengkap perlengkapan CV, namun bias saja lampiran-lampiran tersebut tak diindahkan dan hanya berfokus pada hal-hal yang tertera di CV saja.

Ini sungguh sangat disayangkan. Terlebih lagi jika yang memalsukan pengalaman kerja, dan dipercaya begitu saja oleh recruiter. 

Semoga para jobseeker yang tetap dalam nuraninya untuk bersikap jujur, mendapatkan sesuai dengan apa yang diharapkan, bahkan mungkin lebih. Dan semoga recruiter bias pula melihat skill dan attitude kandidat tak hanya dari selembar-dua lembar CV.

Contoh Paklaring

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Positive Impact of Pandemic COVID-19: Pensiunan Ditarik Bekerja Kembali

Tidak sedikit saya membaca postingan serta melihat situasi yang kurang baik akibat dampak yang terjadi dari wabah dunia ini. Tentu saja ditempat saya bekerja juga terjadi hal itu. Namun, sesuai headline postingan ini, saya ingin bercerita mengenai dampak positif dari Pandemi COVID-19. Ada seorang karyawan yang sudah berumur dan tentunya sudah berstatus karyawan tetap, sebut saja beliau Melati. Melati bekerja sebagai operator packing di divisi Warehouse selama puluhan tahun. Sekitar tahun 2018, ia memilih untuk pensiun dini saat hal itu diajukan oleh perusahaan. Beliau harus melepas status karyawannya yang ia jalani berpuluh-puluh tahun dengan ganjaran pesangon dengan jumlah yang tidak sedikit. Beliau pun akhirnya berwirausaha dengan membuka warung sembako dan masih tetap berhubungan dengan kami yang kini menjadi customer terhadap sayur-sayur segar yang beliau miliki. Setiap pagi beliau mengantarkan pesenan kami lalu kami simpan di kulkas pantry untuk kemudian di sore hari kami bawa pul...

Gaji Besar atau Kenyamanan?

Pasti jawabannya adalah kedua-duanya. Yaa bersyukur jika mendapatkan keduanya. Namun fakta di lapangan, pertanyaannya selalu diantara kedua hal tersebut? Atau lebih spesifiknya ialah: " lebih baik gaji gak terlalu besar tapi nyaman, atau gaji besar tapi penuh tekanan? ". Ini permasalahan yang sangat lumrah dan masing-masing dari kita pasti memiliki jawaban dan pilihan beragam berdasarkan keinginan mereka, lebih tepatnya sih berdasarkan kebutuhan ya. Sebab kalo kita inginkan sih pasti yang nyaman dengan bergaji besar. Maruk banget ya ๐Ÿ˜† Dalam pandangan saya, bergaji besar tidak melulu memberikan kebahagiaan. Kenapa? Some say kebahagiaan tidak bisa dibayar dengan uang. Is it true? Ya!! Bukannya munafik tapi memang iya lho. Yang jawab ga true, coba mau tau dong alesannya ๐Ÿ˜Š Guys, rezeki itu ga selalu dalam bentuk uang. Memiliki teman-teman yang baik, yang bisa diajak bekerjasama, tidak saling menjatuhkan, dan yang pasti yang saling membantu jika kita kesulitan. Dan yang ...

Bosan dengan Menu McD. Solusinya...

Siapa yang bosen dan bimbang tiap transit ke McD? Menu beratnya cuma AYAM sama BURGER, ditambah nasi ya. Yaaa kalo cuma ayam doang sih mending beli Sabana aja ya ga. Dua belas ribu udah dapet ayam plus nasi. Kenyang dah.  Kalo KFC bisa enjoy dengan spagheti dan cream soup ataupun soup originalnya yang nyegerin. Di richeese, meski menu ga jauh beda dengan McD tapi saus kejunya bener-bener manjain lidah.  Nah terus, ngapain ke McD? Gini, foodcourt instant (junk) food deket rumah gw yang ada mini playgroundnya cuma McD. Masa kesana cuma numpang maen perosotan doang tanpa beli apa-apa. Gengsi gila. But tonite ada yang baru. Menu Bulgogi Beef Rice. Isinya yaitu daging sapi disiram saus bulgogi ditumpuk diatas nasi dan ditemenin sama dua slices timun dan satu slice tomat. Isinya setengah dari cup nya. Jadi menurut gw, itu setengah porsinya gw. Kalo lu mau kenyang, beli dua porsi ya hehe. Is it worth to eat? Well, dibanding ama menu McD yang itu-itu aja, box meal ini lu...