Terkadang terbersit pemikiran, ingin membahagiakan orang tua yang sudah membesarkan kita susah payah tapi diri ini belum SUKSES. Atau ingin bermain atau berkunjung ke rumah kawan lama sambil bercerita mengenai perjalanan hidupnya, tapi diri ini belum SUKSES. Bahkan sebenarnya ingin sekali membalas budi kepada seseorang yang sangat berjasa yang secara tak langsung membawa kita ke titik sekarang ini, namun sekali lagi, diri ini belum SUKSES. Sebenarnya apa sih definisi SUKSES itu? Saat sudah punya mobil kah? Saat sudah punya rumahkah? Atau saat sudah memiliki jabatan superior di suatu perusahaan, ditambah lagi perusahaan itu bonafit? Haruskah SUKSES sesulit itu? Jika tolok ukurnya memang harus seperti itu, masihkah kita menyempatkan diri terhadap hal-hal tsb?
Bagaimana definisi SUKSES yang sebenarnya? Mungkin ada yang mau berbagi pemikiran :)
Tidak sedikit saya membaca postingan serta melihat situasi yang kurang baik akibat dampak yang terjadi dari wabah dunia ini. Tentu saja ditempat saya bekerja juga terjadi hal itu. Namun, sesuai headline postingan ini, saya ingin bercerita mengenai dampak positif dari Pandemi COVID-19. Ada seorang karyawan yang sudah berumur dan tentunya sudah berstatus karyawan tetap, sebut saja beliau Melati. Melati bekerja sebagai operator packing di divisi Warehouse selama puluhan tahun. Sekitar tahun 2018, ia memilih untuk pensiun dini saat hal itu diajukan oleh perusahaan. Beliau harus melepas status karyawannya yang ia jalani berpuluh-puluh tahun dengan ganjaran pesangon dengan jumlah yang tidak sedikit. Beliau pun akhirnya berwirausaha dengan membuka warung sembako dan masih tetap berhubungan dengan kami yang kini menjadi customer terhadap sayur-sayur segar yang beliau miliki. Setiap pagi beliau mengantarkan pesenan kami lalu kami simpan di kulkas pantry untuk kemudian di sore hari kami bawa pul...
Komentar