*Jalur Alternatif Pegawai Negeri Swasta & Pegawai Swasta*
Credit: Hesti Noviyanti
Sering denger ga celetukan begini:
"PNS mah hampir semuanya ga murni. Masuknya pasti nyuap. Jadi wajar banyak yang ga bener, main kotor."
Saudaraku, seriusan Cuma PEGAWAI NEGERI aja yang begitu? Coba jangan tutup mata sama perusahaan swasta. Ga kalah banyak juga kok yang masuk pake "biaya admin" padahal ga menutup kemungkinan juga lho gajinya lebih kecil dari uang yang kita setor untuk masuk ke perusahaan tsb. Apalagi sekarang banyak pabrik baru di kawasan industri yang pastinya banyak oknum yang meminta "biaya admin" untuk gabung di perusahaan tsb. Kenapa berani melakukan hal kotor seperti itu? Alasannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menyambung hidup dengan mendapatkan gaji tiap bulannya. Lalu, Apakah PNS/CPNS ga butuh melanjutkan hidup? Mereka juga melakukan sogok-menyogok demi gaji bulanan kan.
Eits, bukan berarti saya membenarkan kegiatan suap-menyuap lho ya. Hanya berusaha membuka mata dan memandang secara adil terhadap tiap-tiap kepegawaian. Alhamdulillah saya belum pernah dan tidak akan pernah mau melakukan hal kotor itu hanya untuk masuk ke perusahaan swasta yang kita belum tahu kesejahteraan dan kenyamannnya seperti apa. Menyesal sekali jika kita sudah setor "biaya admin" yang cukup besar namun ternyata beberapa bulan kemudian kita dihabiskan kontraknya. Atau saat kita join ke perusahaan tsb namun ternyata kesejahteraan dan kenyamanannya jauh dari yang seharusnya yang memaksa kita untuk segera keluar dari perusahaan tsb.
Saya memang bukan PNS/CPNS, meskipun saya sudah mencoba untuk masuk sekolah kedinasan ataupun mengikuti tes CPNS dan tetap saja tidak lolos, saya tidak pernah terbersit untuk masuk ke ranah pemerintahan dengan jalur alternatif. Karena saya pikir, saya mencari kerja untuk mendapatkan uang lho, untuk digaji, untuk dibayar. Lha kok ini harus saya yang mbayar.
Akhir kata saya himbau lagi, pandanglah tiap status pekerjaan atau kepegawaian dengan lurus, dengan positif thinking, because we'll never know what the truth towards them until we experience it by ourself. Keep posthink!
Komentar