Antara PABRIK dan PERKANTORAN
Credit: Hesti Noviyanti
Udah hampir setahun berjuang mencari sesuap nasi di JAKARTA. Rasanya ingin sekali kembali ke masa lampau. Sejujur-jujurnya, bagi jiwa yang mencari kebebasan, kerja di jakarta tempat yang sangat cocok. Dimana kalian bisa meeting di tempat yang cozy, banyak pilihan tempat yang santai untuk berbincang dengan client. Gedung yang dekat dengan tempat berbelanja ataupun kebutuhan yang lain, contoh seperti dekat dg Bank Swasta jadi kita bisa langsung proses sesuatu jika ada masalah tanpa harus izin kerja. Yang paling penting, akses transportasi yang mudah didapat meskipun macet dimana-mana.
Namun, gw yang adalah seorang perempuan, ketika naik transportasi umum khas jakarta yaitu transjakarta atau familiar disebut busway, setiap hari melihat ibu hamil yang harus ikut berdesak-desakan. Ya memang ia dalam posisi duduk namun tetap saja butuh nafas yg banyak karena ketika hamil rada berasa sesak gegara perut yg membesar. Kebayang betapa mualnya berdesakan saat hamil, rebutan nafas, rebutan tempat duduk, belum lagi kalo terkadang kontraksi yang tiba-tiba. Ya Allah.. Pedih menyaksikan momen ini.
| Wanita hamil duduk di angkutan publik |
Alhamdulillah dulu gw kerja di salah satu pabrik di bekasi, yang memberikan fasilitas jemputan. Dimana titik jemputannya hanya berjarak kurang dari 500m dari kediaman gw. Hanya tinggal jalan kaki sebentar, lalu duduk manis di jemputan, bahkan terkadang tertidur pulas jika sedang macet-macetnya. Tempat duduk yg nyaman, supir yang pengertian, co-worker yang perhatian, membuat momen hamil gw saat itu bener-bener terbantu, apalagi gw termasuk orang yg ringkih alias ga tahan banting. Mual sedikit, minta berhenti dulu dijalan, beli sesuatu di minimarket utk meredakan mual. Atau ketika pusing, minta di stel musik yang menenangkan biar si utun juga tenang. Dan jg di pabrik yg tersedia klinik, langsung tanggap kalo gw kenapa-kenapa walaupun cuma kejepit pintu (katanya sih klo lagi hamil sama sekali ga boleh luka apapun supaya utun ga kenapa). Bener-bener terbantu kondisi hamil gw saat itu.
Nah sekarang gw harus ngeliat seorang wanita hamil tua harus naik busway berdesak-desakan. Ada pula yang nunggu ojek online, yang artinya dia harus duduk lama di motor. Halo kawan-kawan yang pernah atau sedang hamil, pasti tau kan rasa pegelnya naik motor lama ketika hamil, big NO banget! Rasanya ingin merekomendasikan untuk kerja di pabrik dengan fasilitas jemputan, namun belum sempat mulut ini memberikan saran, nada-nada miring terhadap "anak pabrik" begitu nyaring terdengar di telinga.
"Ya ampun, anak pabrik; ga stylish-mati gaya, ga fleksibel, on the rules banget, kerja sama mesin, bla bla and bla.."
Oke thank you opininya. Gw emang mantan anak pabrik, tapi gw mengasihani kalian terutama para wanita yg nantinya akan hamil lalu merasakan apa yg gw ceritakan itu. Gw berharap, pemerintah bikin transportasi khusus ibu hamil hehe.
| Wanita hamil berdiri di angkuta publik |
Sekian curhat dari gw. Intinya, kerja dimana aja emang ada baik buruknya kok. Cuma di wacana ini gw menitikberatkan pada kondisi di saat seorang wanita tengah hamil. Tapi kalo wanita hamil tsb difasilitasi mobil beserta drivernya, heaven banget buat dia. Ini gw bicara tentang rekan sejawat yang sering gw liat yaaaaa. No offense, dear. Be a smart reader.
posted from Bloggeroid
Komentar